RSS Subscribe

Welcome To My Blog

Sabtu, 03 November 2012

Tugas 1 Perkembangan Teknologi Komunikasi

Sejak Kapan Manusia Mengenal Sistem Tulisan/Abjad?
Di zaman dahulu, sebelum huruf yang disebut alfabet dikenal dalam bentuk tulisan, orang melakukan komunikasi dengan berbicara atau menggunakan gerakan tubuh. Saat itu manusia belum menemukan cara untuk menyimpan informasi penting dalam sejarah mereka, seperti catatan untuk mengingat kejadian-kejadian penting kecuali dalam ingatan semata.
Manusia purba tidak tahu bagaimana caranya menyampaikan pesan untuk anak cucunya kecuali lewat tuturan kisah dari mulut ke mulut. Begitu juga saat akan menyampaikan kabar berita, mereka akan mengirimkan seorang utusan yang menghapal semua pesan. Menyadari sulitnya persoalan ini, mulailah dicari cara untuk menyimpan catatan sejarah. Mulanya manusia purba mempelajari cara melukis untuk mengungkapkan pikiran dan ide-ide mereka. Namun bahasa gambar yang sangat kasar ini terkadang sulit dimengerti oleh orang lain yang melihatnya, sehingga pesan tidak bisa diterima dengan baik. Kemudian manusia purba mulai membaurkan bahasa gambar dengan lambang-lambang tertentu. Namun penggunaan lambang dan gambar ini juga tak menyelesaikan persoalan. Sampai akhirnya mereka belajar bagaimana menuliskan ucapan bunyi dalam sebuah lambang yang kemudian dikenal sebagai huruf. Inilah mula pertama kali huruf dibentuk.
Setelah lambang bunyi tersebut dibuat, orang-orang purba kemudian mengembangkan dan menyempurnakannya menjadi lebih sederhana dan lebih mudah dikenali. Perkembangan pertama aksara tercatat pada tahun 5.500 tahun lalu di Mesir dan Mesopotamia berupa hiroglif. Sementara dari Tiongkok kuno ditemukan aksara awal mereka yang tercatat sekitar 3.500 tahun lalu.
Aneka rupa aksara tersebut kemudian semakin berkembang hingga satu huruf bisa mewakili satu lambang bunyi. Inilah yang disebut sebagai sistem alfabet. Kini alfabet yang terdiri dari 26 huruf mulai dari A,B,C sampai Z sudah digunakan sebagai huruf universal yang digunakan di seluruh negara di dunia. Sitem alfabet ini dikembangkan dari jenis aksara Yunani. Alfabet Yunani kemudian disempurnakan oleh orang-orang Roma. Penyempurnaan aksara Roma inilah yang kemudian  digunakan secara meluas hingga menjadi huruf yang kamu kenal sekarang.Sumber: disini

Proses Interaksi Manusia Sebelum Mengenal Tulisan
Masa Pra Aksara
Pada masyarakat yang belum mengenal tulisan (illiterate), pewarisan ingatan tentang peristiwa masa lampau dilakukan melalui tradisi lisan dari generasi ke generasi. Setiap generasi biasanya, selain mewarisi ingatan masa lampau dari generasi sebelumnya, juga mewariskan pengetahuan tersebut kepada generasi berikutnya. Tradisi lisan dapat dianggap sebagai sebuah kesaksian sejarah yang sangat berguna bagi penulisan sejarah. Sering kali sebuah tradisi lisan mengisahkan pengalaman masa lampau jauh ke belakang di mulai sejak adanya manusia pertama sampai terciptanya suatu kolektif yang di kenal sebagai masyarakat ataupun suku bangsa. Tradisi lisan merupakan sumber sejarah yang merekam masa lampau. Tradisi lisan juga mengandung kejadian nilai-nilai, moral, keagamaan, adat-istiadat, cerita-cerita khayal, peribahasa, nyanyian, mantra dan sebagainya.
Karya dalam tradisi lisan biasanya dikenal sebagai bagian folklor. Pengungkapan tradisi lisan sering kali digunakan secara lugas dalam bentuk pepatah, tembang, mitos, legenda, dongeng dan diwariskan sebagai milik bersama serta sebagai simbol identitas bersama. Tradisi lisan dalam bentuk mitos, legenda atau dongeng melukiskan kondisi fakta mental (mentifact) dari masyarakat pendukungnya. Tradisi lisan sebagai ingatan kolektif sering kali disalin dalam bentuk tulisan. Selanjutnya kalian dapat memahami tradisi masyarakat sebelum mengenal tulisan (pra aksara) hingga mengenal aksara (masa aksara) melalui tulisan berikut ini yang dimulai dari Folklor.
Sumber: disini

Pembabakan Peradaban Manusia
A.    Berdasarkan Proses Terbentuknya Bumi
Berdasarkan geologi, terjadinya bumi sampai sekarang dibagi ke dalam empat zaman. Zaman-zaman tersebut merupakan periodisasi atau pembabakan prasejarah yang terdiri dari:
- Zaman Archaekum, yaitu masa ketika bumi dalam proses awal terbentuk dan masih dalam wujud gas. Zaman ini berlangsung kira-kira 2500 juta tahun, pada saat itu kulit bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan.
- Zaman Palaeozoikum, masa ketika bumi sudah terbentuk namun belum sempurna dan mulai muncul kehidupan. Zaman ini disebut juga zaman primer atau zaman hidup tua. Zaman ini berlangsung 340 juta tahun. Makhluk hidup yang muncul pada zaman ini seperti mikro organisme, ikan, ampibi, reptil dan binatang yang tidak bertulang punggung.
- Zaman Mesozoikum, masa ketika bumi dipadati dengan makhluk-makhluk besar (dinosaurus). Zaman sekunder atau zaman hidup pertengahan ini berlangsung kira-kira 140 juta tahun. Pada zaman pertengahan ijenis reptil mencapai tingkat yang terbesar seperti  sehingga pada zaman ini sering disebut juga dengan zaman reptil. Setelah berakhirnya zaman sekunder ini, maka muncul kehidupanyang lain yaitu jenis burung dan binatang menyusui yang masih rendah sekali tingkatannya. Sedangkan jenis reptilnya mengalami kepunahan.
- Zaman Neozoikum, Masa ketika bumi dalam keadaan sempurna seperti sekarang zaman hidup baru. Zaman ini dibedakan menjadi 2 zaman, yaitu:
1. Tersier / zaman ketiga.
Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun. Yang terpenting dari zaman ini ditandai dengan berkembangnya jenis binatang menyusui seperti jenis primata, contohnya kera.
2. Kuartier/zaman keempat
Zaman ini ditandai dengan adanya kehidupan manusia sehingga merupakan zaman terpenting. Dan zaman ini dibagi lagi menjadi dua zaman yaitu yang disebut dengan zaman Pleistocen dan Holocen.
Zaman Pleitocen/Dilluvium berlangsung kira-kira 600.000 tahun yang ditandai dengan adanya manusia purba. Zaman Holocen/Alluvium berlangsung kira-kira 20.000 tahun yang lalu dan terus berkembang sampai dewasa ini. Pada zaman ini ditandai dengan munculnya manusia jenis Homo Sapiens yang memiliki ciri-ciri seperti manusia sekarang.

B.      Berdasarkan Perkembangan Kebudayaan
Kehidupan masyarakat (manusia) pada zaman prasejarah terbagi menjadi 3 periode, yaitu:
-          Masa berburu dan mengumpulkan makanan
Pada masa ini secara fisik manusia masih terbatas usahanya dalam menghadapi kondisi alam. Tingkat berpikir manusia yang masih rendah menyebabkan hidupnya berpindah-pindah tempat dan menggantungkan hidupnya kepada alam dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan.
-          Masa bercocok tanam
Pada masa ini kemampuan berpikir manusia mulai berkembang. Sehingga timbul upaya menyiapkan persediaan bahan makanan yang cukup dalam suatu masa tertentu. Dalam upaya tersebut maka manusia bercocok tanam dan tidak lagi tergantung kepada alam.
-          Masa perundagian
Pada masa ini masyarakat sudah mengenal teknik-teknik pengolahan logam. Pengolahan logam memerlukan suatu tempat serta keahlian khusus. Tempat untuk mengolah logam dikenal dengan nama perundagian dan orang yang ahli mengerjakannya dikenal dengan sebutan Undagi.

C.     Berdasarkan Kebudayaan yang di tinggalkan
Pembabakan Zaman Prasejarah berdasarkan Arkeologi. Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan masa lampau melalui benda-benda artefak. Dari hasil penelitian para ahli arkeologi, maka tabir kehidupan masyarakat prasejarah Indonesia dapat diketahui. Berdasarkan penggalian arkeologi maka prasejarah dapat dibagi menjadi 2 zaman :
1). Zaman Batu, yaitu zaman kebudayaannya didukung dan dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan yang berwujud batu. Dibagi menjadi:
a). Paleolitikum (Zaman Batu Tua)
Disebut juga dengan kebudayaan Ngandong dan Pacitan
Jenis manusia purba yang ditemukan adalah: Pithecanthropus Erectus, Homo Wajakensis, Meganthropus Paleojavanicus, Homo Soloensis. Tokoh penemunya adalah Von Koenigswald (1935).
b). Mesolitikum (Zaman Batu Tengah)
Yang termasuk kebudayaan Mesolitikum adalah
a. Kebudayaan Bacson-Hoabinh
b. Kebudayaan Bandung
c. Kebudayaan Toala ( Sul-sel)
- Tokoh penemu adalah P.V. Van Stein Callenfels



c). Neolitikum (Zaman Batu Muda)
Merupakan masa revolusi kebudayaan, sebab manusia yang tadinya mengenal food gathering berubah menjadi food producing
- Hidup menetap (Sedenter), dan memiliki tempat tinggal bukan di gua
- Hidup dari bercocok tanam
- Alat-alat yang dipakai berasal dari batu yang sudah dihaluskan dan sempurna

d). Megalitikum (Zaman Batu Besar)
- Manusia sudah dapat membuat dan meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu-batu besar
- Berkembang dari zaman neolitikum sampai zaman perunggu
- Manusia sudah mengenal kepercayaan utamnya animism
- Peninggalannya berupa:
a. Menhir, yaitu Tugu batu tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang
b. Waruga, yaitu kubur batu yang berbentuk kubus atau bulat

c. Dolmen, yaitu meja batu tempat meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang.

d. Punden Berundak-undak, yaitu bangunan suci tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang dibuat dalam bentuk bertingkat-tingkat
e. Sarkofagus, yaitu peti jenazah yang terbuat dari batu bulat (batu tunggal)
f. Kubur Batu, yaitu peti jenazah yang terbuat dari batu pipih

g. Arca, yaitu patung yang menggambarkan binatang atau manusia yang biasanya disembah.


2). Zaman Logam, yaitu kebudayaan manusia sebagian besar menggunakan benda-benda yang terbuat dari logam atau zaman ketika manusia sudah menggunakan alat-alat kehidupan dengan peralatan yang berasal dari logam. Dibagi menjadi:
a). Zaman Tembaga, adalah zaman ketika manusia mulai mengenal peralatan dari logam
b). Zaman Perunggu, adalah zaman ketika manusia mampu membuat alat-alat dari perunggu.

ontohnya:

a. Kapak Corong
b. Nekara
c. Perhiasan perunggu
c). Zaman Besi, yaitu zaman ketika manusia telah dapat mengolah bijih-bjih besi untuk membuat peralatan-peralatan yang dibutuhkan.
Namun di Indonesia tidak di temukan peninggalan-peninggalan pada masa zaman besi ini. Alasannya adalah besi berkarat dan tentu hilang dimakan usia.
Sumber: disini

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan Komentar Disini